interview

7 Hal Kecil yang Menjadi Alasan Kenapa Anda Selalu Gagal dalam Interview Kerja

karirku.net Interview kerja merupakan sebuah proses akhir dari rekrutmen untuk menentukan apakah kamu lolos atau tidak untuk sebuah lowongan pekerjaan. Tidak sedikit pencari kerja yang terkadang bertanya-tanya mengapa mereka tidak lolos di tahap ini padahal mampu menjawab pertanyaan yang diberikan oleh user dan HRD. Pernah mengalami kasus serupa dan tidak mengerti mengapa hal itu terjadi? Mungkin 7 hal ini yang menjadi penyebab Anda gagal saat wawancara kerja

1. Datang Terlambat

Hal yang paling harus dihindari ketika interview kerja adalah datang terlambat. Walaupun hanya 5 menit, apalagi 10 menit, keterlambatan masih menjadi hal bodoh yang tidak termaafkan saat hari-H interview. Dalam interview, setidaknya anda sudah berada di lokasi 15-30 menit sebelum jadwal yang disepakati. Bagaimana jika jauh lebih cepat? Mungkin saja hal itu tidak masalah, tetapi jika anda terlalu cepat tiba di lokasi lebih baik menunggu di tempat lain dahulu. Hal ini agar tidak terjadi kecanggungan baik dari diri anda sendiri ataupun orang yang ada di lokasi

2. Memegang Ponsel saat Interview

Saat ini, semua orang nampak begitu tergantung pada ponsel atau smartphone. Kapanpun dan dimanapun, smartphone selalu digenggam. Kebiasaan ini harus dihindari jika anda tengah interview. Letakkan ponsel anda di saku atau tas. Jangan lupa juga untuk menonaktifkannya selama interview agar suara atau getaran ponsel tidak mengganggu proses interview.

3. Melihat Jam Tangan

Ada kalanya seseorang memiliki kebiasaan melihat jam tangan meskipun tidak ada hal yang mengharuskan hal tersebut terjadi. Kebiasaan semacam ini termasuk hal yang harus diperhatikan ketika anda wawancara. Melihat jam akan membuat HRD merasa tidak dihargai, apalagi jika hal tersebut dilakukan berkali-kali.

4. Bersikap Defensif

Selama interview, anda memang harus bisa menunjukkan kemampuan dan bakat. Beberapa tips juga menyarankan untuk anda bisa mengubah hal-hal negatif pada diri menjadi kekuatan. Tapi alih-alih menunjukkan sisi positif, yang muncul justru sikap defensif yang terlalu besar. Biasanya sikap defensif ini hadir tanpa disadari ketika membahas hal-hal yang kurang anda sukai misalkan pekerjaan sebelumnya. Banyak orang sulit untuk menghilangkan sikap defensif karena mereka merasa bahwa jka tidak membela diri, mereka akan terlihat lemah. Di satu sisi sikap ini memang bisa menguntungkan, tapi di sisi lain juga bisa merugikan orang lain. Anda yang bersikap defensif justru terlihat seperti tidak mau menerima kritik dan masukan dari orang lain.

5. Berbicara Terlalu Cepat

Sebagian orang memang memang memiliki kebiasaan berbicara sangat cepat hingga sulit dipahami. Beberapa lainnya akan melakukan hal serupa ketika sedang gugup. Kebiasaan berbicara terlalu cepat seperti ini harus dihindari ketika interview. Selain bisa membuat informasi yang anda sampaikan tidak bisa diterima dengan baik, juga akan membuat persepsi ke pemberi interview bahwa anda tidak bisa mengontrol diri.

6. Menceritakan Hal Pribadi

Di dalam dunia kerja terutama interview, ada hal-hal yang tidak pantas untuk dibicarakan. Hal-hal tersebut umumnya adalah yang berhubungan dengan privasi seperti suku, agama, status veteran, orang tua, dan lainnya. Mungkin pemberi interview tidak menanyakan hal tersebut, tetapi terkadang orang yang diinterview itu sendiri yang mengungkapkannya.

7. Terlalu Banyak Menggunakan Kata Fatis

Fatis adalah kata-kata tambahan yang dipakai dalam bahasa lisan seperti ‘um’, ‘deh’, ‘ah’, ‘anda bisa tahu bahwa’, ‘kok’, dan lain sebagainya. Intinya kata-kata ini tidak mengartikan apa-apa selain hanya sebagai kata yang biasanya dipakai untuk berpikir. Jika anda biasa menggunakan kata-kata tersebut, berlatihlah untuk menguranginya karena penggunaan kata fatis ini bisa memperlihatkan bahwa kandidat kurang paham atau kurang cekatan.

sumber : www.linovhr.com